Innovel
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Innovel, Serang, Serang.
21/11/2025
Jack sangat terkejut saat melihat sang istri sudah tak sadarkan diri hingga terjatuh. Buru-buru ia membersihkan sisa percintaannya dan segera membawa Helena keluar kamar. Tak lupa juga pria itu memakaikan pakaian untuk sang istri, tanpa menggunakan dalaman apapun.
“Helena bertahanlah ....” Jack terus memanggil nama sang istri sambil menggendongnya ke dalam mobil menuju rumah sakit.
***
“Dokter! Dokter! Selamatkan istriku!” teriak Jack sangat panik. Petugas pun langsung membawakan brankar dan segera membawa Helena ke dalam sebuah ruangan.
“Tuan, tolong tunggu sebentar di luar. Kami akan memeriksa kondisi tubuh istri anda,” ucap sang dokter sambil mencegah Jack yang hendak ikut masuk ke dalam ruangan di mana Helena berada.
“Tapi aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian di sana!” geram Jack tak s**a, karena sudah dicegah oleh orang lain.
“Tuan, kami mohon kerja samanya. Sebaiknya Tuan mengurus administrasinya saja. Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri anda. Permisi,” ucap sang dokter kemudian menutup pintu tersebut dengan cepat, meninggalkan Jack yang masih mematung di depan pintu.
Tak berselang lama, terdengar suara dering ponsel yang berasal dari saku celananya. Jack mendesah berat lalu merogoh benda p**ih tersebut, dan melihat nama di layar ponselnya. Terpampang dengan jelas sebuah nama BARON di sana. Dengan segera ia menggeser icon warna hijau sebagai tanda ia menerima panggilan tersebut.
“Cepat katakan!” titah Jack tanpa basa basi lagi.
“Saya sudah selesai mengurus adik dari tuan nona Helena, Bos,” ucap Baron memberikan laporan setelah menerima tugas.
“Bagus. Bawakan setelan pakaian beserta dalamannya untuk istriku ke rumah sakit dekat apartemen ku,” ucap Jack dengan nada perintah. Baron yang mendengar kata RUMAH SAKIT, langsung terkejut. Takut jika sang Bos terluka akibat serangan musuh di luar sana.
“Apa bos baik-baik saja? Saya akan segera ke sana secepat mungkin,” tukas Baron dengan nada panik. Jack hanya menghela napasnya panjang sebelum akhirnya ia mengeluarkan suaranya.
“Aku baik-baik saja, tapi istriku tidak sadarkan diri. Jangan lupa dengan pesanan yang aku minta, dan jangan sampai telat,” ucap Jack dengan tegas lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Ia ingat jika harus mengurus administrasi terlebih dahulu. Tak ingin membuang banyak waktu, akhirnya Jack segera melangkahkan kakinya ke arah bagian administrasi.
***
“Bos, ini pesanan yang anda minta,” ucap Baron setelah sampai di rumah sakit. Di sana ada Jack yang sedang duduk di depan ruangan Helena.
“Hmm, apa ada kabar hari ini?” tanya Jack seraya mengambil sebuah paper bag dari tangan sang asisten.
“Tuan Besar menghubungi saya, dan bertanya tentang pernikahan anda,” jawab Baron dengan jujur.
“Ck! Ternyata mereka tau jauh lebih cepat dari yang ku duga,” decak Jack sambil menampilkan senyum smirk nya.
“Lalu, apa yang akan kita lakukan Bos?” tanya Baron dengan datar. Ia tidak ingin mencampuri urusan ayah dan anak yang tidak akur itu.
“Memangnya kau berharap apa?” bukannya menjawab, Jack malah balik bertanya dengan senyum devil nya.
Baru saja Baron akan membuka suaranya. Tiba-tiba saja terdengar sebuah pintu terbuka, hingga membuat dua orang pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Muncul dari balik pintu, sosok wanita dengan jas putih yang dikenakannya.
Tanpa menunggu lama lagi, Jack langsung bangkit dan menghampiri sosok tersebut dengan menampilkan raut wajah yang tak dapat diartikan. Dokter itupun merasa sangat gugup saat melihat raut wajah dari pria tampan yang ada di hadapannya.
“Cepat katakan bagaimana kondisi istriku sekarang!” ucap Jack dengan nada tegas. Sedangkan Baron, seperti biasanya. Pria itu hanya diam tanpa ingin membuka suaranya sedikit pun tanpa adanya perintah dari Jack.
“Apakah istri anda baru saja melakukan hubungan intim terlalu lama? Jika memang benar, istri anda mengalami dehidrasi karena sudah mengeluarkan banyak cairan saat berhubungan. Sehingga membuat istri anda menjadi kelelahan, karena selama aktivitas seksual, tubuh melepaskan norepinefrin, epinefrin, dan kortisol yang meningkatkan denyut jantung dan memicu pelepasan glukosa dalam darah. Semua kegiatan ini melelahkan, terutama jika dilakukan terlalu sering.” Sang dokter berhenti sejenak seraya menghela napasnya panjang.
“Apalagi, saat berhubungan, otot-otot istri anda sangat tegang, hingga dapat menimbulkan rasa sakit dan bahkan imobilitas. Anda harus membatasi aktivitas sementara waktu hingga kembali pulih. Karena yang saya lihat, di bagian intinya sudah lecet dan memar yang disebabkan berhubungan dengan sangat kasar. Setelah penetrasi terus menerus, hal itu dapat menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah. Anda sudah bisa menemuinya, saya akan meresepkan obat pereda nyeri. Permisi.”
Tak ingin membuang banyak waktu, akhirnya Jack masuk ke dalam sana, untuk menemui sang istri. pria itu membuka pintu dengan sangat cepat dan langsung menghampiri Helena yang masih terkulai lemas di atas sana.
“Helena ... bangun lah. Aku tidak akan menyakiti mu lagi,” ucap Jack seraya mengelus puncak kepala milik Helena, hingga terdengar suara lenguhan dari arah wanita tersebut.
“Enghh! Awwhh.”
“Helen, kau sudah sadar?”
“Kau! Lepaskan aku brengsekk!” bentak Helena dengan menatap tajam ke arah sang suami. Ingin rasanya ia bangkit, tapi tubuhnya masih terasa sangat sakit.
“Tenanglah! Aku tidak akan melakukannya di sini, meskipun aku ingin,” ucap Jack sambil menangkup kedua p**i Helena, agar menatap ke arah dirinya. Sungguh! Ia tidak s**a jika wanita itu berpaling menatap ke arah lain, meskipun itu hanya sebuah benda.
Helena begitu muak saat melihat wajah Jack yang tanpa dosa terus mencumbunya ses**a hati. Ia terluka, karena sikap Jack yang kasar padanya. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia tidak tahu harus melakukan apa lagi, agar bisa pergi dari obsesi gila bosnya itu. Ia tidak akan bisa hidup dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai. Helena benar-benar ingin pergi dari kehidupan sang suami.
“Lep-pas ....” ucap Helena dengan lirih seraya berusaha mendorong tubuh Jack yang sedang memeluknya.
“Bersikap tenanglah, atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kau bayangkan selama ini,” ancam Jack mendesis tepat di telinga sang istri. Helena langsung menghentikan aksinya dan patuh dalam dekapan Jack.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Helena saat Jack sudah menyingkap pakaiannya ke atas. Tentu saja hal itu membuat Helena jadi terkejut, karena ia sadar jika tidak memakai penutup aset berharganya.
“Ak hanya ingin memakaikan pakaian mu dengan yang baru. Diam dan patuh lah!” ucap Jack dengan nada perintah. Lagi dan lagi, Helena terdiam saat melihat tatapan dingin dari suaminya.
“Akhh! Sakit. Pelan-pelan,” pinta Helena dengan lirih sambil meringis kesakitan. Sedangkan Jack hanya diam dan fokus dengan apa yang sedang ia lakukan, yaitu menanggalkan pakaian Helena satu persatu dari tubuhnya.
Namun, pria itu bukan hanya fokus pada tujuan utamanya, melainkan memeriksa bagian inti milik sang istri. Tentu saja hal itu membuat Helena tidak s**a dan segera berusaha merapatkan kakinya, tapi tetap saja tenaga Jack jauh lebih kuat dari dirinya.
Jack meneliti bagian inti tersebut dengan tatapan yang tak dapat diartikan hingga mengernyitkan dahinya. Sedangkan Helena, wanita itu meringis atas apa yang telah dilakukan oleh suaminya sendiri.
“Apa rasanya masih sakit?” tanya Jack dengan santai dan memasang wajahnya tanpa dosa. Yang mana hal itu membuat Helena semakin kesal dan merasa sangat malu, hingga wajahnya memerah bagai dang rebus.
Judul: Gairah B1n4l Mafia Nakal
Penulis: Arandiah
Sudah tamat di aplikasi Innovel dan Dreame
21/11/2025
Setelah memastikan sang istri tidur kembali, akhirnya ia bangkit dan duduk bersandar di ujung tempat tidur. Pria itu mengambil sebatang rokok lalu menyalakan pematik api. Kepulan asap mulai menguar di dalam kamarnya.
Pria itu sesekali melihat ke arah wanita yang sedang terlelap dalam tidurnya, hingga ia menyunggingkan sebuah senyuman yang tak dapat diartikan. Ia pun tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut sang istri.
“Helena ... sampai kapan pun kau tidak akan pernah bisa lari dariku. Kau sudah menjadi milikku, dan tidak akan pernah aku biarkan kau disentuh oleh pria lain, termasuk pria yang ada di dalam foto itu,” monolognya sambil tersenyum penuh kemenangan.
Setelah puas memandang wajah cantik istrinya, kini Jack mengambil benda p**ih yang ada di atas nakas, samping tempat tidurnya. Ia mulai meluncurkan jari jemarinya di atas layar benda p**ih tersebut.
Jack mulai mengetikkan pesan untuk ia kirim pada orang kepercayaannya. Ia harus membuat Helena bertahan di sisinya. Ia tahu, asistennya itu masih tidur , karena saat ini sudah waktu dini hari. Tak ingin membuang banyak waktu lagi, Jack mulai merebahkan tubuhnya kembali di sisi sang istri. Jangan lupa sebuah dekapan yang sangat erat, agar wanita itu tidak lari saat terbangun nanti.
***
Tak terasa pagi sudah menyapa sebagian alam semesta, dengan sinarnya yang sangat cerah, hingga mampu membuat semangat asa. Namun, tidak bagi seorang wanita yang masih bergelung dalam selimut.
Helena terusik, saat merasakan sesuatu menyentuh wajahnya. Bahkan, matanya merasakan benda kenyal yang terus menerus menciuminya. Wanita itu terusik dan mulai mengerjapkan matanya berulang kali.
“Enghh!” terdengar suara lenguhan sang istri, yang membuat Jack semakin tersenyum saat mendengarnya.
“Good Morning, Helen.” Jack langsung mengecup singkat bibir ranum milik sang istri yang masih belum mengumpulkan kesadarannya.
Helena langsung bangkit karena terkejut, saat mendengar suara seorang pria yang sudah menghancurkan hidupnya. Wanita itu langsung merapatkan selimut tebal, agar menutupi tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang pun sejak tadi malam.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Helena dengan nada ketakutan.
“Tentu saja memberikan ucapan selamat pagi pada istriku,” jawab Jack dengan santai sambil terus mendekati wanita yang ada di hadapannya. Sekarang Helena baru saja sadar, bahwa Jack yang merupakan bosnya itu jauh lebih gila daripada yang ia bayangkan.
“Jangan mendekati ku!” bentak Helena dengan tatapan penuh kebencian. Ia benci pria yang kini jadi suaminya. Ia benci pada pria yang sudah merenggut semua impian dan kebahagiaannya.
“Jangan pernah berani membentakku!” ucap Jack dengan tegas, seraya menarik tubuh sang istri, hingga jatuh dalam dada bidangnya.
“Jangan sekali-kali kau menatapku dengan tatapan seperti itu, karena aku tidak s**a. Apalagi jika kau membentakku seperti tadi. Kau tahu apa yang akan aku lakukan padamu, jika kau melanggar semua itu,” sambungnya lagi dengan nada penuh ancaman.
Helena bergetar saat mendengar ucapan Jack. Bukan hanya karena takut, tapi karena ia tidak bisa melakukan apapun. Tanpa ia sadari, ia sudah terisak dalam dekapan sang suami. Namun, tiba-tiba ia merasa terkejut saat tubuhnya mulai melayang di udara, karena pria itu menggendongnya tanpa aba-aba.
"Aaarrghh!" Teriak Helena seraya memukul dada bidang milik Jack, agar pria kejam itu mau melepaskannya.
“Lepaskan aku brengsekk!” bentak Helena memberontak. Ia semakin takut tatkala Jack membawanya ke dalam sebuah kamar mandi. Ia takut pria kejam yang menjadi suaminya kembali menjamah tubuhnya secara kasar.
Brak!
Terdengar suara pintu kamar mandi tertutup dengan keras.
“Lepaskan aku ... aku mohon. Aku sakit. Tubuhku sakit ... hatiku juga.” Helena menunduk sambil menangis menumpahkan segala rasa takut sekaligus rasa kecewanya.
“Apa yang membuatmu takut? Adikmu sudah kuurus dan dikirim ke rumah sakit terbaik di kota ini. Harusnya kau bahagia kan, setelah mendapatkan pria yang jadi bosmu di kantor? Kau tau, para wanita di luar sana menjajakan diri padaku, hanya agar aku bisa menyentuh mereka, tapi ada apa dengan dirimu? Katakan padaku apa masalahmu?” tanya Jack dengan santai.
Bukannya menjawab, Helena semakin terisak dan tak mampu untuk mendongak. Ia sangat hancur. Ia terpuruk dalam keadaan saat ini. Bagaimana mungkin ia bisa hidup dengan sosok pria yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bagaimana mungkin, kemarin lusa ia merasa bahagia karena sebuah harapan. Kini, harapan itu sudah sirna bergantikan luka yang menganga dalam hidupnya.
Ia harus segera mencari cara untuk pergi dari tempat terkutuk itu. saat ini, ia hanya ingin melihat keadaan Rara, adiknya. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, ada seseorang yang ia tunggu untuk datang.
“Kau sudah gila! Aku hanya ingin hidup bebas! Sejak awal, ini hanya permainan kotor dari seorang Presdir yang begitu menjijikan. Aku hanya ingin hidup bahagia untuk adikku. Apa kau tau itu?!” Helena mendongak dan membentak Jack tepat di hadapan wajah pria tersebut.
Jack yang melihat keberanian yang ditunjukan oleh istrinya, langsung menggeram dan segera melumat bibir ranum itu dengan sangat rakus dan penuh gairah. Ia tidak peduli dengan Helena yang sudah memukuli dadanya secara bertubi-tubi.
“Emmh!” Helena terus berontak dalam dekapan Jack. Apalagi ia merasa sudah kehabisan napas.
Plakk!
Helena langsung menampar wajah Jack sesaat setelah melepaskan ciuman panas mereka. Jack mengusap p**inya yang terasa panas akibat tamparan tersebut. Meskipun tamparan itu bukanlah apa-apa baginya.
“Kau salah karena telah melakukan ini padaku Helena. Kau sudah berani menantang ku, maka aku tidak akan sungkan lagi padamu. Ini adalah pilihan mu, maka terimalah akibatnya.”
Mata Jack memerah akibat menahan amarah. Bukan karena Helena sudah menamparnya, melainkan karena keberanian yang ditunjukkan oleh istrinya. Ia tidak s**a jika wanita itu memikirkan hal lain, selain dirinya. Awalnya ia hanya ingin bermain-main, tapi setelah tahu jika Helena adalah orang yang sama dengan KUCING LIAR malam itu, perasaannya berubah menjadi obsesi yang liar.
Kini, Jack akan memberikan Helena pelajaran, agar wanita itu tidak punya keberanian lagi untuk memikirkan orang lain. Pria itu akhirnya mulai menikmati tubuh sang istri dengan cara paksa.
“Akhh! Sakit ... Jack akhh!”
“Nikmati saja, sayang.”
“Pel—Akh! An ... sakit.”
Rintihan, erangan dan ringisan mulai menggema dalam kamar mandi itu di pagi hari ini. Jack tanpa ampun terus menggoyangkan pinggulnya dengan sangat kasar dan keras, hingga membuat wanita yang ada di dekapannya kewalahan dan tak berdaya.
“Ini kan yang kau inginkan ... akkh!” Jack menciumi tengkuk leher sang istri tanpa menjeda gerakannya sama sekali.
“Aku akan memberimu kepuasan, agar kau tidak berani lagi memikirkan orang lain dalam pikiran mu, karena aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.”
“Akhh! Aku tidak kuat Jack ... sakit,” ringis Helena dengan nada lemah. Wanita itu benar-benar sudah tidak sanggup menerima perlakuan kasar dari pria yang sedang menikmati tubuhnya tersebut.
Namun, bukan Jack namanya, jika menyudahi permainan ini hanya karena mendengar rintihan dan ringisan wanita yang sedang ia nikmati. Pria itu terus mengayunkan tubuhnya dengan gerakan cepat, hingga ia hampir sampai pada puncaknya.
“Akkhh!” akhirnya pria itu sudah sampai pada titik puncak kenikmatannya. Namun, bersamaan dengan itu, Helena jatuh tak sadarkan diri.
"Oh, s**t! Kau sangat nikmat."
Judul: Gairah B1n4l Mafia Nakal
Penulis: Arandiah
Sudah tamat di aplikasi Innovel dan Dreame
21/11/2025
Jack mulai memusatkan ular bermata satu miliknya ke dalam lembah hutan yang sudah lembab dan mungkin sudah banjir. Jack senang karena tubuh Helena merespon setiap sentuhannya. Meskipun Helena sendiri menolak dengan tegas.
Jack sudah menggesekkan ularnya dengan liang hangat milik Helena yang sudah basah, agar mudah beradaptasi. Perlahan demi perlahan Jack mulai memasukkan benda tumpul yang besar itu menerobos paksa ke dalam liang hangat sang istri.
“Arrghh!” jerit Helena saat benda tumpul yang besar itu memaksa masuk ke dalam inti tubuhnya di bawah sana. Jujur saja, ia masih merasa takut setelah tragedi malam itu.
“Sa-sakit,” ucap Helena dengan lirih sambil menangis dan mencoba untuk mendorong tubuh Jack yang berada di atasnya.
Jack tak menanggapi, dan mendiamkan ularnya di dalam sana. Setelah terasa mulai tenang, akhirnya pria itu mulai menggoyangkan pinggulnya dan menghentakkan dengan sangat keras dan intens. Helena menjerit saat Jack mulai menggila bagai singa yang kelaparan dan kini tengah memangsa tubuhnya.
Hati Helena begitu sakit, apalagi tubuhnya terasa terkoyak. Harga dirinya sudah runtuh. Bahkan, mungkin saja ia tidak akan punya keberanian jika bertemu dengan siapapun, karena ia sudah ternoda oleh pria yang sudah mempersunting dirinya secara paksa. Bosnya sendiri.
"Tetap layani aku dan berhentilah dari kantor. Aku akan menjamin keselamatan adikmu, jika kau mematuhi ku!"
"Haruskah?" Tanya Helena disela gerakannya. Meskipun ia tahu bahwa Jack tidak sedang bertanya, melainkan memberikan perintah.
Desahan dan erangan pun memenuhi langit-langit kamar tersebut. Jack yang sangat bergairah saat menikmati tubuh wanita yang ia inginkan, hingga menginginkannya lagi dan lagi.
“Lep-as. Ahhss!” Helena berusaha mendorong tubuh Jack yang semakin kuat memacu tubuhnya, hingga ia tidak tahan menuju puncaknya.
“Kita keluarkan bersama sayang.” Jack semakin mempercepat gerakan pinggulnya.
Ahss!
Akhirnya Jack mengeluarkan ‘BISA’ ular cobra bermata satu miliknya tepat di dalam goa milik Helena. Tanpa merasa bersalah sedikit pun, ular tersebut telah membanjiri wilayah hutan belantara dengan mengobrak-abrik isinya.
Jack yang sudah terkulai lemas, langsung menjatuhkan tubuhnya tepat diatas tubuh sang istri, dan menenggelamkan wajahnya di sela-sela bukit himalaya. Terasa hangat dan kenyal. Jack masih bisa mencium aroma tubuh Helena yang masih harum.
Sedangkan, ular cobra bermata satu miliknya masih tak bergeming di dalam goa, dan berusaha menghalangi cairan ‘BISA’ agar tidak keluar dengan sia-sia. Tak lama kemudian, ia menarik ular cobra miliknya yang sudah lemas tak berdaya.
Helena sudah tak ada tenaga karena kelelahan setelah dimangsa oleh suaminya sendiri. Wanita itu sudah mulai terlelap, tapi Jack malah mulai melumat bibirnya dengan rakus, hingga Helena kembali melenguh.
“Aku lelah,” ucap Helena dengan lirih tanpa membuka matanya sedikit pun. Ia benar-benar sangat lelah.
Jack yang melihat istrinya sudah tidur, akhirnya bangkit dan segera membersihkan dirinya sebelum ikut bergabung menyelami alam mimpinya. Hanya butuh beberapa menit saja, Jack sudah selesai mandi, dan ikut merebahkan dirinya di samping sang istri.
Malam sudah semakin larut, tapi seorang wanita malah terbangun saat mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia meringis sambil menautkan kedua alisnya. Tubuhnya terasa berat, karena sesuatu tengah menindih tubuhnya.
Helena melenguh saat setengah tubuh Jack menimpa tubuhnya. Pria itu seolah takut ditinggalkan, hingga menindih tubuh sang istri.
“Ahss!” ringis Helena seraya mendorong tubuh Jack secara perlahan, agar tidak mengusik tidurnya.
‘Pria brengsekk ini benar-benar telah merusak hidupku. Bagaimana pun caranya, aku harus pergi dari sini. Aku tidak sudi jika harus menjadi istri pria iblis seperti dirinya,’ batin Helena sambil terus menyingkirkan Jack dari tubuhnya. Tubuh mereka yang tidak mengenakan pakaian sehelai pun terasa sangat lengket.
“Jangan coba-coba melarikan dariku,” bisik Jack tepat di telinga sang istri. Helena mematung saat mendengar suara Jack. Ternyata pria itu tidak tidur, atau mungkin sudah terusik karena pergerakan tubuhnya.
“A-ak mohon lepaskan aku,” pinta Helena dengan lirih. Ia tak kuasa untuk menahan air matanya yang ingin mengalir terus menerus tanpa henti.
“Tidurlah, atau aku akan melakukannya lagi,” ancam Jack dengan nada tegas, hingga membuat Helena terdiam, tapi tidak bisa menahan lelehan bening di pelupuk matanya.
Helena menggigit bibir bawahnya dan mencoba menahan isak tangis yang hampir pecah. Saat ini, ia hanya ingin keluar dari tempat asing yang ia tinggali saat ini. Ia juga hanya ingin melihat keadaan Juan, kekasihnya. Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahannya bersama pria yang sangat ia cintai, jika ia saja malah menikah dengan pria asing.
“Aku mohon turun dari tubuh ku. Aku sesak napas,” pinta Helena dengan memohon. Sungguh! Tubuhnya terasa remuk redam dan tulangnya terasa mau rontok semua.
“Apa kau akan lari jika aku melepaskan mu?” tanya Jack dengan bodohnya, tanpa bergeming sedikit pun dari atas tubuh Helena.
“Apa kau berpikir jika aku akan melarikan diri dengan keadaan seperti ini. Gila!” cibir Helena yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Kenapa kau selalu memujiku? Apa kau baru tau kalau aku gila?"
Setelah mendengar penuturan dari sang istri, akhirnya Jack merebahkan tubuh polosnya di samping Helena, tanpa melepaskan dekapannya. Wanita itu hanya memejamkan matanya dengan geram karena tidak bisa lepas dari Jack.
Helena harus menahan segala amarahnya saat ini. Ia sudah sangat lelah menghadapi sosok pria kejam seperti Jack. Bahkan, ia sudah tidak mampu hanya untuk sekedar mengeluarkan suaranya.
Judul: Gairah B1n4l Mafia Nakal
Penulis: Arandiah
Sudah tamat di aplikasi Innovel dan Dreame
Click here to claim your Sponsored Listing.
Culinary Team
Attire
Contact the public figure
Telephone
Address
Serang
Serang
42167