NTC

NTC

Share

NTC ( Natural 'n Teknologi Community ) Komunitas NTC yg bereksperimen mengembangkan tentang TI. yang mau ikut bereksperimen atau mengembangkan monggo gabung.

26/11/2015

Zurvive (re-make)

Chapter 4 : Zurvive" part 3 (NTC story)
'N. B : dalam kisah ini, sudut pandang akan menceritakan tentang perjalanan tim NTC'

11 juni 2014
04 : 27 wib

Setelah afif, miftah, dan ulum kehilangan teman mereka, angga, mereka bersembunyi dari makhluk yang sebelum nya telah menyerang mereka di jembatan menuju titik evakuasi joyoboyo. Makhluk tersebut tinggi besar, dengan 4 mata di kepala nya, cakar besar di kedua tangan nya, dan ekor yang penuh dengan duri. Makhluk, atau bisa di katakan monster tersebut, tidak merusak benda atau bangunan di sekitar nya, seperti memiliki tujuan, hanya menyerang manusia saja, tidak seperti monster pada umum nya, yang benar-benar merusak. Mereka bertiga bersembunyi di salah satu bangunan, seperti pos, untuk menunggu agar makhluk itu pergi. Setelah beberapa saat, monster tersebut pergi entah kemana, mereka bertiga untuk saat ini selamat.

Mereka mulai memasuki area evakuasi. Joyoboyo ini adalah terminal angkutan umum dalam kota yang cukup besar di surabaya pusat, dan dapat di jangkau dari arah mana pun. Di tempat itu, terlihat banyak darah dan zombie berkeliaran, tak ada satupun yang selamat. Kemungkinan makhluk tadi telah menghancurkan tempat evakuasi ini. Keadaan tempat itu sungguh mengenaskan, hingga akhir nya mereka memutuskan untuk melanjutkan ke tempat evakuasi selanjutnya, yaitu balai kota madya surabaya.

"Kita cari mobil yang kuat dan aman, untuk kita pakai ke kota madya...", ujar miftah.
"Emang nya lu bisa nyetir, naik sepeda motor aja masih ke tabrak...", kata ulum sedikit bercanda.
"Lu menghina gue? Gini-gini gue pernah nyupir mobil pick-up es batu...", bantah miftah.
"Nyupir gitu aja bangga, kalo nyupir truk kontainer baru lu bangga... terrserah lah... pokok nya gak sampe ke balik mobil nya, alhamdulillah...", ujar ulum sedikit tertawa.
"Daripada lu berdua debat gak jelas,.. mending cepet-cepet cari mobil yang tertutup, agar tidak bisa di jangkau sama zombie-zombie ini.", kata afif membenarkan.
"oke... Yang penting gak bisa kebalik dan aman..", ujar ulum.
"Masih ngeledek gue lu..", sahut miftah.
"Haduh.. bakal jadi perjalanan panjang ini...",gumam afif.

Mereka pun berkeliling terminal tersebut, untuk mencari kendaraan yang cukup aman, untuk sampai di kota madya. Setelah beberapa menit mencari, akhir nya mereka menemukan mobil angkutan umum yang masih dapat di gunakan. Mereka menambahkan beberapa tambahan pertahanan pada mobil tersebut seperti papan kayu, lembaran besi, dan juga beberapa batang besi yang di pasang di jendela. Setelah semua siap, mereka berangkat. Namun,...

"Eh, lu denger gak? Ada yang minta tolong...", ujar miftah.
"Heh, nyawa lu kan belum lengkap, habis ketubruk tadi, jadi telinga lu agak eror. Mana ada manusia masih hidup di sini..", kata ulum yang tak percaya.
"Eror mata lu soak...ini gue beneran...fif lu denger gak?", tambah miftah.
"Bentar-bentar, iya, kayak nya ada yang minta tolong deh...kayak suara anak kecil, cewek, nangis minta tolong...", afif pun juga mendengar nya.

Akhir nya mereka mencari sumber suara tersebut. Dan mereka pun terkejut dengan makhluk yamg mereka temui. 'Tolong!! Tolong!! Tolong!!', itulah kata-kata yang terucap dari makhluk yang berparas layak nya perempuan, namun hanya badan dan kepala nya saja yang masih utuh, sementara kaki dan tangan nya tinggal tulang belulang yang di tumbuhi cakar dan duri tajam. Dengan mata merah menyala, makhluk tersebut melihat ke arah mereka bertiga. Tanpa pikir panjang, mereka langsung berlari ke arah mobil yang telah mereka siapkan, untuk segera pergi dari tempat itu. Makhluk itu mengejar mereka, dengan cukup cepat. Masih terdengar suara monster itu berteriak.

“ayo di gas mif... ntar keburu muncul tuh cewek..”, ujar ulum.
“ayo... lu bisa nyetir gak sih..”, ujar afif.
“jangan cepet-cepet.. ntar kebalik mobil nya..”, ujar ulum.
“AAARRGGHH..!!! lu bisa diem gak sih..!! gue lagi fokus nyetir ini..”, teriak miftah.
“oh.. ok..”, sahut afif dan ulum murung.

Dengan sedikit keberuntungan, mereka pun akhir nya bisa meninggalkan makhluk yang mengerikan tersebut. Perjalanan pun di lanjut kan.

Mereka memutuskan untuk pergi ke kota madya, karena kemungkinan di sana lah pusat dari para 'survivor' di surabaya. Mereka juga masih memikirkan keadaan teman mereka angga, yang hanyut terbawa deras nya arus sungai brantas. Mereka berpikir bahwa angga telah mati.

"Kalau semua udah selesai... Kita kembali ke sungai, cari si angga..", ujar afif.
"He.emb... Semoga saja masih hidup, walaupun kemungkinan nya sangat kecil...", sahut ulum.
"Ya positif aja lah... Tapi.. Biar pun bisa selamat... Banyak zombie di sekeliling...", ujar miftah.
"Sama aja lu negatif, somplak..!!", sahut afif dan ulum.

Tak ingin larut dalam kesedihan yang berlanjut, mereka berusaha melupakan hal tersebut, dan berjuang untuk tetap hidup, demi orang-orang terdekat, seperti yang telah di katakan oleh angga.

Mentari pagi pun muncul, cerah nya menghiasi kota yang telah berubah menjadi neraka. Ternyata memang bukan mimpi, semua nya begitu nyata. Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi, dan tiga orang ini pun telah sampai di pusat kota. Pusat dimana seluruh mimpi buruk ini berasal.

"Ramai banget di sini..", ujar ulum.
"Banyak zombie juga yang mau masuk nerobos...", sahut miftah.
"Lebih baik kita parkir di sini... Aku punya firasat buruk..", ujar ulum.
"Ini masih agak jauh lum dari tempat pengungsian..", ujar afif.
"Iya nih... Ntar kalo mobil nya ini di ambil gimana...", ujar miftah.
"Gak bakalan ada yang ambil.. Udah ayo turun..", jawab ulum.
"Udah-udah... Daripada debat... Mending ayo, kita turun di sini...", ujar afif.
"Ya udah lah..", sahut miftah.
'Astaga... Perasaan buruk apa ini.. Seperti akan ada sesuatu di sini', ulum bicara dalam hati.
"Ooyyyy... Kalian... Cepat masuk ke sini...!!!"...
V
V
V
V
V
Berlanjut ke chapter 5.....

Photos 20/11/2015

Ini nih member member NTC dan Leader NTC .

20/11/2015

sementara waktu mencampakkanku, kenangan mengukir sesuatu di luar garis takdir. aku semakin mengerti betapa payahnya aku yang tanpa kau.

18/11/2015

Zurvive (re-make)

Chapter 2 : "Zurvive" part 1

11 juni 2014
01 : 20 wib

Kami masih bertahan di dalam rumah, berharap ada bantuan yang datang. Dari luar terdengar banyak sekali suara geraman mereka yang lapar. Kami merenungkan kejadian yang baru saja kami alami. Aku masih berpikir, bagaimana bisa ada zombie di kenyataan seperti ini, yang ku tahu hanya ada di film, atau anime yang sering ku lihat. Namun ini lah yang terjadi saat ini, dan kita cuma bisa bertahan. Beberapa dari kami ada yang berjaga di atas, melihat situasi dari pantai atas, beberapa ada yang berdoa, memohon agar semua kembali normal. Tidak, ini tidak akan kembali normal, sampai penyebab nya telah di temukan. Dari semua film yang pernah ku lihat, wabah seperti ini sering kali di sengaja, untuk melengserkan suatu negara, atau memang untuk perang.

Waktu telah menunjukkan pukul 1:47 pagi, tidak ada teriakan dari yang masih hidup, terlihat sepi, hanya geraman lirih dari para zombie. Kami berusaha agar tidak gaduh di dalam, karena akan menarik perhatian mereka. Dan, kami pun akhir nya berdiskusi, mengenai masalah evakuasi.

"Kita pikirkan cara untuk sampai ke tempat evakuasi", kata pak warto.
"Keluar dari sini, sama saja dengan bunuh diri, jumlah mereka ratusan, kita hanya ber 10 orang, kita punya apa buat melawan!?", jawab ibu tiri ku.
"Sebenar nya cukup mudah membunuh mereka,.. Hancur kan saja kepala nya, atau patah kan leher dan punggung nya.. Cukup sulit kalau belum terbiasa..", ujar ku santai.
"Gak semudah itu mas angga, mereka jumlah nya lebih banyak dari kita yang masih hidup..", ujar istri pak warto.
"Kita kerjasama.. Saling melindungi..", sahut ku.
"Apa yang kamu katakan ada benar nya mas.. Tapi beberapa dari kita tidak semahir yang kamu kira.. bisa kewalahan kita..", ujar bu yuli.
"Terserah lah..", ujar ku sambil pergi ke dalam.

"Mas... Kamu mau pergi ke tempat evakuasi..??", tanya ayu.
"Kemana lagi kamu pikir.. Aku gak bisa diam aja di sini.. Dalam keadaan seperti ini, aku tidak berharap banyak pada bantuan..", ujar ku.
"Aku ikut kalau gitu..", ujar ayu.
"Terlalu berbahaya ayu... Lebih baik aku sendiri saja.. Aku tidak bisa nelindungi mu setiap waktu..", ujar ku.
"Aku bisa melawan mereka.. Seperti yang mas ajar kan tadi..", ujar ayu.
"Lebih baik kamu di sini.. Aku akan kembali, begitu sampai di tempat evakuasi, membawa bantuan..", ujar ku.
"Tapi mas...", sahut ayu.
"Aku tidak bisa kehilangan adik kesayangan ku..", ujar ku sambil mencium p**i nya.

Aku telah mendapat pesan dari teman-teman ku, mengatakan bahwa mereka semua selamat, dan masih bersembunyi di rumah masing-masing. Tanpa pikir panjang, aku segera mempersiapkan perlengkapan dan senjata, untuk pergi menemui mereka semua, dan membangun kekuatan bersama untuk menuju ke tempat evakuasi. Dengan membawa sebuah parang, aku siap. Sempat semua orang melarang ku, namun tak ku hiraukan. Setelah semua ku siapkan, aku keluar dari rumah. Orang-orang di dalam terlihat sedih dengan keputusan ku, namun aku berjanji akan kembali membawa bantuan. Prioritas ku saat ini hanya lah satu, untuk tetap hidup.

Tujuan pertama ku yang terdekat adalah rumah bahrul ulum. Rumah nya tidak begitu jauh dari sini. Dengan membawa salah satu motor, aku pergi.Jalanan cukup ramai, dengan zombie maksud ku. Aku hampir sampai di halaman rumah nya, ku lihat banyak sekali jumlah 'mereka'. Aku harus mencari cara agar bisa menarik perhatian makhluk-makhluk ini agar pergi menjauh. Akhir nya ku putuskan untuk membakar motor yang ku bawa di kejauhan. Setelah mereka terpancing oleh kobaran api dari motor ku, aku langsung segera menuju rumah ulum. Dan kudapati dia sedang berlindung di atap rumah nya.

"Sendirian lu? Keluarga lu mana?", tanya ku.
"Mati...", jawab nya sambil menunjuk ke dalam rumah.
"Emhh.. Lebih baik lu turun.. Gue punya rencana..", ujar ku.

Ternyata dia mengurung keluarga nya di dalam rumah, karena mereka telah menjadi mayat hidup. Aku memberi tahu nya tentang rencana pelarian menuju titik evakuasi di surabaya. Dengan sedikit sedih, dia akhir nya setuju untuk bekerja sama dengan ku agar tetap hidup. Beberapa senjata se-ada nya kami bawa, dan juga perlengkapan lain.

"Jadi kita kemana dulu nih?", ujar nya
"Gua udah ngirim pesan ke semua anak-anak agar ngumpul di base camp biasa nya, tapi cuma afif yang bales", kataku sambil men cek handphone ku kembali.
"Sial, panggilan darurat. Karena kejadian ini semua komunikasi jadi kacau", sambung ku.
"Semua nya menjadi kacau, karena wabah ini.. Bisa di bilang, negara ini telah di serang..", ujar ulum.
"Kita hanya masyarakat biasa lum,.. Kita cuma bisa mengikut pada aturan..", sahut ku.
"Lebih baik, kita cepat pergi dari sini, sebelum kita menarik perhatian zombie yang lain..", ujar ulum.

Tanpa pikir panjang, kami pun bergegas menuju basecamp komunitas kami yang berada di daerah sidoarjo. Dengan membawa sepeda motor pick-up, kami melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan teman-teman di sana, dan ku harap mereka selamat semuanya. Dan juga, semoga keluarga ku masih baik-baik saja. Jalanan sungguh kacau, hampir seperti neraka. Banyak mayat bergeletakan di mana-mana, tak sedikit juga yang hidup kembali mencari yang dapat dimakan. Entah apa yang akan kami lalui nanti nya, menuju tempat evakuasi. Saat ini, kami masih selamat.....
v
v
v
Berlanjut ke chapter 3...

Want your business to be the top-listed Media Company in Sidoarjo?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Sidoarjo