Motivasi Rohani Kristen

Motivasi Rohani Kristen

Share

Bersama Tuhan Hati ku Tenang

14/06/2025

JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT
Sabtu, 14 Juni 2025

Bilangan 11:1-2
"Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa kepada TUHAN; maka padamlah api itu."

Adalah bersungut-sungut dan mengeluh yang dapat meruntuhkan iman kita. Pada Perjanjian Lama kita membaca bahwa bangsa Israel mulai bersungut-sungut dalam setiap situasi yang sulit. Kita ini seringkali bersungut-sungut dan mengeluh di saat kita merasa tidak puas dengan keadaan.

Alasan bersungut-sungut dan mengeluh

Ada begitu banyak alasan untuk mengeluh. Salah satunya adalah mengasihani diri sendiri. Kita ini bersedih karena apa yang orang lain perbuat terhadap kita atau karena kesulitan yang kita hadapi. Hal lain adalah keinginan untuk dikasihani oleh orang lain. Setiap orang merasa kasihan terhadap kita karena kita ini merupakan 'korban'. Kemarahan dan kepahitan dapat juga merupakan alasan untuk bersungut-sungut dan mengeluh. Sebagai contoh, kita ini marah kepada Tuhan dan mempengaruhi yang lain dengan ketidakpuasan kita.

Firman Tuhan hari ini menasihatkan kita untuk berhenti bersungut-sungut dan mengeluh. Hal ini timbul oleh karena ketidakpercayaan. Ketika hati kita penuh dengan iman percaya dan ucapan syukur kepada Tuhan, maka kita akan berkata: 'Tuhan ada bersamaku. Tuhan memeliharaku.' Bahkan hal ini tidak akan pernah terjadi pada kita untuk mengeluh.
(Antonius Mat Simin)

10/06/2025

JIKA GAGAL HARUS APA!
Senin, 9 Juni 2025

Ayub 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Kita semua kadang membuat kesalahan. Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan! Kabar Baiknya adalah kita tak perlu hidup dengan rasa bersalah sebab Alkitab mengatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Roma 8:1). Namun, kita memang harus menjalani hidup dengan kesalahan-kesalahan kita.

Alkitab tidak pernah menyembunyikan tentang kebenaran ayat ini. Alkitab sangat jujur soal kegagalan para tokoh-tokohnya. Allah tahu kelemahan kita! Tetapi Dia tidak akan membiarkan kita sendirian di dalam dosa kita. Dia punya solusi atas kegagalan kita: kasih karunia.

Ketika kita membaca tentang kegagalan di dalam Alkitab, kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas. Kita mungkin takjub melihat bagaimana Allah menggunakan orang-orang tersebut untuk mewujudkan tujuan-Nya secara besar-besaran. Hal yang paling bisa memotivasi kita adalah kebenaran bahwa Allah menggunakan mereka, meskipun mereka pernah mengalami kegagalan dan membuat kesalahan.

Bagian menakjubkan dari kasih karunia Allah bukan hanya kuasa-Nya untuk mengampuni, tapi juga kuasa dan pembaruan yang Dia berikan kepada kita ketika kita memilih untuk memulai kembali dan beriman kepada-Nya untuk membantu kita terus melangkah.

Sama seperti para pahlawan dalam Alkitab, kita ialah piala kasih karunia Allah.
(Antonius Mat Simin)

07/06/2025

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN
Sabtu, 7 Juni 2025

Yohanes 13:17 “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.”

Badai kehidupan yang tak terkendali—badai hubungan, badai finansial, dan badai spiritual—dapat melemahkan kita dan membuat kita keluar jalur. Tetapi jangan takut sebab firman Tuhan memiliki dasar-dasar yang membantu kita untuk tetap teguh berdiri, bahkan di tengah badai paling kencang sekalipun.

Allah tidak hanya ingin kita mendengar Firman-Nya. Dia ingin kita mempraktikkannya—menaati dan melaksanakan.

Alkitab mengatakan, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Matius 7:24-25).

Perhatikan tiga hal yang terjadi di tengah badai: Hujan turun, menghantam atap kehidupan kita. Lalu banjir naik, membanjiri fondasi hidup kita. Kemudian, angin bertiup kencang, menghantam dinding-dinding hidup kita. Kita dihantam dari segala sisi; atas, bawah, dan samping. Kita tak punya kuasa untuk mengendalikannya.

Lalu, apa yang harus kita perbuat dengan hal-hal yang di luar kuasa kita—sakit penyakit, anak-anak kita yang tak bisa diatur, atau kesulitan keuangan? Mengaplikasikan semua yang telah kita pelajari dalam Alkitab. Jika kita melaksanakannya, kita tidak akan roboh, sebab fondasi rumah kita dibangun di atas batu.

Batu seperti apakah itu? Batu itu adalah Firman Tuhan. Semakin kita membangun hidup kita di atasnya, maka kita semakin kuat.

Mungkin saat ini kita sedang berusaha keluar dari musim badai—atau mungkin kita akan segera menghadapinya. Bangunlah hidup di atas dasar firman Tuhan yang tak tergoyahkan. Itulah satu-satunya batu yang bisa kita percaya.

Badai bisa datang dan menimbulkan masalah besar, tetapi itu tidak akan menghancurkan hidup kita apabila kita melaksanakan apa yang Allah Firmankan.
(Antonius Mat Simin)

06/06/2025

TINGGALKAN DOSA
Jumat, 6 Juni 2025

Yehezkiel 18:31-32
"Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Penyakit yang mematikan saat ini adalah dosa. Selama berabad-abad, dosa telah menghancurkan kehidupan manusia daripada penyakit lainnya. Dosa ini sangat menular. Dimulai dengan hal yang kecil, namun akhirnya menghancurkan seluruh kehidupan.

Dosa menghancurkan. Sejak jaman permulaan, Tuhan sudah memperingatkan bahwa barangsiapa yang melakukan dosa, akan binasa. Namun, Firman Tuhan berkata bahwa Ia tidak s**a melihat manusia binasa. Jika kita berdosa dan tidak meninggalkan dosa dari hidup kita, maka dosa itu akan menghancurkan kita.

Dosa akan merusak pikiran, tubuh dan jiwa manusia. Dosa itu berasal dari si jahat. Dosa menekan kemanusiaan melalui ketidaktaatan Adam dan Hawa. Firman Tuhan mengatakan bahwa manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan (Roma 3:23).

Perlindungan Tuhan. Tuhan melindungi kita jika kita menjadi anak-Nya. Bila kita minum dari dua cangkir, cangkir Tuhan dan cangkir si jahat, maka Tuhan tidak dapat melindungi kita dan kita akan menjadi mangsa si jahat. Dosa sering kali membuka pintu kepada sakit penyakit. Ketika seseorang sakit, ia ingin disembuhkan. Akan tetapi, pertama yang harus disingkirkan adalah penyebab dari penyakitnya: orang tersebut harus meninggalkan dosanya. Itulah yang dikatakan Yehezkiel di Alkitab. Kita harus meninggalkan dosa kita.
(Antonius Mat Simin)

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Sintang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Sintang