O.TH Library & Bookshop
Library & Bookshop
01/08/2020
Dua orang empunya O.TH sedang membincang perihal dua kematian: Sapardi dan Rosidi. Mendengar mereka mengobrol saja sudah serasa kuliah berjam-jam, dan mengasyikkan. Perbincangan dimulai dari kump**an obituari Rosidi, Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari. Akhirnya menyerempet p**a pada meninggalnya Sapardi, beberapa waktu lalu--sastrawan yang mampu menyedot banyak perhatian di pengujung hayatnya. "Lantas, bagaimana dengan nasib sastrawan-sastrawan yang dianggap kiri ketika mereka berp**ang?" kata mereka. Siapa yang akan membuatkan mereka sepotong obituari?
06/07/2020
Betul. Lebih baik mundur, dan hidup dalam keadaan setengah tidur. Lupakan harapan akan hidup lebih baik. Terimalah nasib. Kata
dalam 'Lupakan Allepo', "atau kita selesaikan dengan sinisme, demi uang atau kekuasaan, seperti yang dilakukan sebagian besar politisi yang aku jumpai." Maka itu, bersepakat dengan Paola jauh lebih baik, yaitu memilih dituduh seorang idealis ketimbang cap koruptor lekat di depan nama.
27/06/2020
Setelah berbulan-bulan terkurung pandemi, B**g tampaknya gerah untuk segera beraktivitas. Esai perdananya di masa pandemi ini "O'Brien" sebagai penggempur kebosanan. Esai ini menerangkan asal-usul nama Tokohitam yang ternyata bertaut erat dengan sejarah. Mengapa gerangan? Simak pranala berikut: bit.ly/tokohitam .
Tabe'
23/06/2020
Sejak pandemi, tampaknya, berkebun jadi hobi. Orang-orang mulai memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah mereka. Di media sosial bertebaran orang-orang yang membagikan foto tumbuh-kembang kebun mereka. Tidak salah. Justru kabar baik. Orang-orang mulai peduli dengan ketahanan dapur sendiri.
Ini adalah lanskap O.TH terkini. Foto tempat ini juga diunggah sebagai status WhatsApp oleh seorang kawan, sore kemarin. Dan, kata kawan itu, beberapa jam setelah foto ini diunggah, ia mendapat banyak pesan yang mengomentari ihwal statusnya. "Sampai 20-an," katanya. "Berkebun ya?" kata dia lagi menirukan salah satu pesan.
Alih-alih kebun, bisa dibilang ini adalah percobaan proto-kebun. Lahannya kami garap asal-asalan beberapa pekan lalu. Bukan dengan cangkul, tetapi kami balik dengan arit, karena tak ada cangkul. Setelah itu, tetumbuhan seperti kacang panjang --yang kami semai dari biji kacang sisa untuk bikin sayur-- kami taburkan di atasnya. Lantas, ada kawan lagi yang membawa bibit terong, cabai, dan tomat. Kami jejalkan di sepetak lahan amat sempit itu.
Lagip**a, cara ini masih amat jauh dari benar. Misalnya, kerapatannya yang tidak pernah kami ukur, kedalaman menanam dan seberapa kuat akar akan berpaut dengan tanah, posisi lahan dengan penerimaan cahaya mentari. Untuk hal itu saja, kami abai. Jadi, ini jauh, amat jauh, dari kata kebun.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the organization
Telephone
Website
Address
Plosokuning 3, No. 48, Rt 13/Rw 5, Minomartani, Ngaglik, Yogyakarta
Sleman
55581
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 21:00 |
| Tuesday | 09:00 - 21:00 |
| Wednesday | 09:00 - 21:00 |
| Thursday | 09:00 - 21:00 |
| Friday | 09:00 - 21:00 |
| Saturday | 09:00 - 21:00 |