JAVA Pos
JAVA Pos Media Informasi Update
Sosial, Politik, Ekonomi & Budaya
14/05/2021
Baca sampai akhir yah..
Bubur tidak akan pernah menjadi nasi kembali.
_*Didiklah Anak Sebagai ‘Budak’ Dari Sekarang Supaya Tidak Menjadi ‘Raja’*_
🥇Mendidik anak sebagai ‘budak’. Judulnya seperti bercanda, tapi itulah esensi mendidik anak-anak sekarang ini.
💝Mungkin tidak banyak yang setuju dengan fakta ini. Terutama orang tua yang melihat bahwa anak tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati.
🥈Anda pernah melihat kejadian dimana ibu sibuk bekerja di rumah, seperti mencuci, mengepel, memasak dan bahkan membereskan kamar anak.
Padahal, si ibu memiliki 2-3 anak gadis duduk di depan TV, atau bermain handphone atau laptop di depannya.
Nah .. ketika mereka diminta untuk membantu …. Terus mengeluh, tidak mau, malas dan beberapa yang alasan lainnya.
Ini lebih parah lagi, ada p**a yang pergi.. merajuk dan cuek.. padahal hanya karena diminta untuk menutup kran air di dapur. Uhh ..
Kadang sampai berteriak pun mereka tidak peduli… hurmmm ..
Bahkan anak laki-laki pun, tidak mau melakukan pekerjaan yang dilakukan anak perempuan? Gak macho katanya .. perasaan terbebani seperti lengket di atas lem saja.. beugh….
🥉Budaya Anak Menjadi ‘Raja’ semakin meluas
Budaya anak menjadi raja semakin meluas sekarang ini.
Untuk alasan apa? Karena mereka belum merasakan dididik menjadi ‘budak’ sejak kecil.
🥇Banyak pasangan yang terlalu sayang kepada anak-anak. Keinginan anak-anak semua diikuti.
Mereka tidak diajarkan untuk memahami kesulitan dan kesulitan orang tua mereka.
Ya, orang tuanya kaya .. tapi ingin anak menjadi sukses.. tidak mudah.
Bila para orang tua diberi saran agar jangan manjakan anak Anda. Inilah jawaban mereka …
“Tidak apa-apa mereka masih anak-anak..”
“Jangan biarkan anak laki-laki mengerjakannya, seperti pelayan aja..”
Jika begiini alasannya, maka orang tua bersiaplah untuk menjadi “budak” bagi anak di masa tua?
Tidak hanya itu …
Ada anak yang sudah sampai menikah masih menyusahkan orang tua untuk membereskan barangnya.
Hal ini banyak terjadi, dan kita sendiri telah berkali-kali melihat dengan mata kepala sendiri.
Ini kenyataan.
Hal ini terjadi di dunia sekarang ini. Pakaian anak dan mantu masih ibu yang mencuci.
Padahal usia lebih dari 30 tahun … mau makan pun ibu yang masak…
🥈Anak-anak yang tidak dididik dengan melakukan pekerjaan sejak kecil, mereka akan canggung melakukannya saat mereka telah dewasa.
Kalau sudah tejadi demikian, mereka melakukannya kurang tulus dan terpaksa saja. Mereka akan melakukannya hanya saat disuruh.
Kita tidak ingin orang tua menghukum anaknya.
👁
Orangtua harus sadar, mulai dari anak usia 2 tahun, mereka perlu dipelihara dan dididik menjadi ‘budak’. mengarahkan mereka melakukan sesuatu, kadang seperti memaksanya padahal semua itu buat kebaikan anak di masa depannya.
🔜Jangan terlalu lembut.
🔜Jangan terlalu kasihan kepada anak-anak
🔜Jangan terlalu manja
🔜Ajari mereka banyak kerja keras sejak kecil
🔜Ajari mereka tentang pekerjaan rumah
🔜Ajari mereka arti hidup. Memupuk kesadaran di dalamnya
🔜Ajari anak perempuan untuk bekerja membersihkan, memasak, mencuci rumah dan segala jenis pekerjaan rumah.
Ajari putri Anda tentang kebersihan, terutama kebersihan pribadi.
Anak laki-laki mulai terbiasa enteng tangan.
Ajarkan anak laki-laki juga untuk melakukan pekerjaan seperti berenang, memperbaiki p**a air, menebang pohon dan banyak lagi.
Jika memungkinkan, ajarkan juga apa yang cewek s**a memasak. Tidak ada salahnya, tapi itu akan menjadi bonus sebagai orang dewasa.
💝Anak Kita, Belajar dari Kita.
💝Ajarkan dan didik mereka dengan cinta tapi perlu tegas dan pastikan mereka mengikuti instruksinya.
💝Biarkan dididik sebagai Budak, jangan sampai bila mereka besar menjadi raja. Dan yang paling ditakuti, berubah menjadi anak durhaka, yang dibenci Allah.
💝Bila anak tidak dididik seperti itu maka kondisi itu akan sama seperti kondisi bunyi hadist dibawah ini yang merupakan tanda-tanda kiamat:
Ibnu Abbas menyebutkan suatu hadits. Dan dalam hadits tersebut disebutkan, Rasulullah berkata, _"Jika kamu mau, saya akan menceritakan kepadamu mengenai tanga-tanda kiamat selain itu."_ Para sahabat berkata, _"Tentu wahai Rasulullah, ceritakanlah padaku."_ Rasulullah bersabda: _"Jika kamu telah melihat budak wanita (ibunya dijadikan seperti budak) melahirkan tuannya (anak-anak dibiarkan bagaikan raja)…"_ (HR Ahmad)
*Semoga Bermanfaat*
Baca artikel di atas, jadi inget bocil ku juga s**a begitu.
Alhamdulillah, kadang tanpa di suruh, dengan s**arela melakukan nya.
Bahkan hari libur, kami anggap cuma libur sekolah nya aja.
Jarang kita gunakan untuk jalan-jalan, paling sekedar kumpul di atas atap rumah, setelah nya kerja bakti bersama 😁
Yaaa...
Jangan di bayangin hasilnya sesuai harapan.
Tapi paling tidak, cukup sebagai latihan.
Walau tak jarang, kami sebagai orang tua harus mengulang pekerjaan.
Tak mengapa, yang penting nantinya anak-anak terbiasa mengerjakan nya😍👍😘
Barokallohufikum my trio bocil.
Maafkan bunda yang mungkin terlihat kejam😁
Semua InsyaAllah demi kebaikan.
Ojo oleh bojomu terlalu mandiri..
Bojo : Mas, tulung terno aku nang pasar aku arep blonjo.
Sing lanang : Halah budalo dewe, Wong kene kunu ae kok, jiiiiaaan ngalem.
Bojo : Mas, tulung barengono aku metu, aku wedi nek budal dewe.
Sing lanang : Halah ndang budalo dewe aku wegah, wedi opo setan tambah wedi ambek kowe.
Bojo : ayo dolan mas, aku nek omah sumpek, jalan-jalan ae gak usah njajan lan tuku -tuku ritek gak popo. pokok dolan.
Sing lanang : Ndang budal kono karo kanca-kancamu, aku males metu awakku kesel kabeh.
Akeh-akehe wong wedok lek wes rumah tangga. mesti pernah krungu suworo koyok ngono mau, Wong lanang karepe mendidik bojone supoyo dadi wong wedok sing kuat , sing ora wedinan lan supoyo mandiri.
Wong Lanang saiki kadang ae, ngiwangi bojone tandang gawe mesti akeh emohe tinimbang geleme, misale pas umbah-umbah mung di kongkon njemur kumbahan nek mburi omah ae alasane daniko-daniki, nek ora ngono sak-sek sak-sek karepe tugas omah di kongkon ngayai sing wedok kabeh, ndahneo di kongkon nyapu, isah-isah resek-resek hemmmm paling di enakno nek nutuli HPne. Hemmm..yopora..??
Elingo mas wahai mas bojo!!!!
Reganono jerih payahe bojomu. pas wong wedok mbutuhne sempean, seumpomo bojone pean (wong wedok) wis ora mbutuhno awakmu berarti awakmu wis ora ono regone (harga dirinya), wong wedok nek mbok jarno, sembarang opo-opo ngelakoni dewe, susah seneng dewe, sok mben awakmu ora bakal ngerti sifat lemah lembute bojomu, ndekne sing mbien mesti njalok tulung, njalok pendapat lan sing mbiyen manja Karo sampean sak iki wis males lan cuwek karo sampean, lan sok ndekne wis dadi wong sing mandiri lan tangguh....
Seumpomo awakmu ngumbarno bojo mu terlalu mandiri, Podo ae awakmu ngajari ndekne piye carane ndekne iso urip mandiri tanpo awakmu sing dadi bojone lan sing iso ngayomi, awakmu ngelatih bojomu supoyo lali karo sosok penting lan sosok idola seorang suami, ojo salah no nek bojomu wis ora ngidolakno awakmu, lan ngolek kenyamanan karo wong lanang liyo, nek sampek ngidolakno wong lanang liyo kan awakmu sing rugi dewe wkwkwkw...
Dirungokno wahai wong Lanang!!!
Gawenen bojo mu ngroso nyaman, ngeroso ono sing mbantu lan ngroso di tresnani, ojo di umbarno bojomu sopoyo ben iso mandiri ning sak jroning uripe, mergo apik eleke bojo lan anak iku mergo ono peran sertane wong lanang...
Keluarga sing harmonis, keluarga sing adem ayem yo iku keluarga sing saling bergotong-royong lan saling mengerti satu sama lain...
-paham boten...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Surabaya